25 Februari 2010

PENEMUAN SITUS BARU DI KEBUPATEN KEDIRI


Kota kediri, kota kaya akan kebudayaan dan peninggalan bersejarah. Itu kata yang tepat untuk menyebut kota kita tercinta ini. Tahun 2007 lalu tepatnya di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ditemukan sebuah candi.

Penemuan ini yang pertama kali ditemukan oleh kuli pembuat batu bata daerah setempat yang sedang menggali tanah. Dengan tiba-tiba cangkulnya mengenai batu cadas. Dengan hati-hati ketiga kuli itu menggali tanah di sekitar batu cadas tersebut. Setelah diangkat dari kedalaman satu meter, ternyata batu tersebut berupa fragmen gapura candi dengan relief berupa “Kala” sepanjang 48 sentimeter, tebal 35 sentimeter, dan lebar 45 sentimeter. Beberapa hari kemudian kuli – kuli ini dengan tidak sengaja menemukan lagi benda yang terbuat dari batu. Saat diangkat dari dalam tanah, benda tersebut berupa arca Dwara Pala setinggi 98 sentimeter dengan ketebalan 76 sentimeter dan lebar 28 sentimeter. Benda yang ditemukan dalam galian sebelah timur arca Dwara Pala itu, bentuknya mirip kepala dewa setinggi 48 sentimeter dengan ketebalan 35 sentimeter dan lebar 45 sentimeter. Sekitar satu meter di bawah kepala dewa tadi, ketiga kuli tersebut juga menemukan sebuah arca Ganesha yang tingginya hanya 16 sentimeter, tebal 17 sentimeter, dan lebar 17 sentimeter. Diperkirakan bentuk arsitektur candi di Dusun Babadan ini sama dengan candi-candi yang ada di Jawa Tengah yang dibangun pada masa transisi Kerajaan Mataram Hindu.

Ini sesuai dengan Prasasti Empu Senduk yang menjelaskan, bahwa adanya perpindahan peradaban dari Jateng ke Jatim pada masa kerajaan dulu karena adanya wabah penyakit, bencana alam, dan serangan musuh. Namun bukan tidak mungkin dalam perkembangannya candi yang ada di Dusun Babadan itu kemudian berubah menjadi areal pemukiman masyarakat Jawa pada abad ke-12.

Dengan ditemukannya bangunan candi tersebut, menunjukkan bahwa pada zaman dahulu di Kediri telah terdapat peradaban kerajaan yang besar. Benda – benda peninggalan yang ada telah sepatutnya untuk kita jaga dan kita lindungi. Melindungi dan melestarikan peninggalan bersejarah adalah wujud penghormatan kita terhadap hasil peninggalan nenek moyang.

0 komentar: